.

.

Senin, 28 Maret 2011

Who is Jack the Ripper?

Bagi yang belum pernah dengar kata2 Jack the Ripper kayaknya mesti banyak2 baca buku, searching google, atau mentok2 harus berdo’a supaya dikasih ilmu yang banyak deh. Ini adalah legenda Inggris tentang seorang pembunuh berantai yang memutilasi korbannya, tapi menurut gue ini bukan legenda deh coz bener2 terjadi. Eeeeehh, tunggu dulu! Mutilasi emang udah bukan jadi hal yang mengejutkan, apalagi di Indonesia. Sumanto si Kanibal yang namanya udah nggak eksis lagi pun sekarang udah nggak kedengeran scarying lagi. Tapi pembunuhan ala Jack the Ripper lebih menarik untuk disimak kisahnya. Sampai saat ini, siapa sebenarnya Jack the Ripper belum juga terungkap. Tapi Jack digambarkan sebagai sosok pria berjubah hitam, mengenakan topi hampir menutupi wajahnya, membawa sebilah pisau, dan stocking jaring sampe paha (yang terakhir gue sebutin udah pasti becanda!).

Jack the Ripper atau Jack sang Pencabik telah membunuh lebih dari 5 orang selama kurang dari setahun, yakni pada 1888 di London. Seluruh korbannya merupakan wanita tuna susila alias jablay a.k.a bitchyang dibunuh dengan tubuh dicabik-cabik. Pembunuhan tersebut terjadi begitu ‘mulus dan tidak meninggalkan petunjuk sedikit pun sehingga polisi pun kesulitan menangkap si pelaku. Issshh, jangankan nangkep, mengungkap identitasnya aja nggak mampu! Penduduk setempat yang bertempat tinggal di dekat tempat di temukannya mayat, mengaku tak mendengar teriakan atau melihat hal2 yag mencurigakan. Tiba2 mereka dikejutkan dengan penemuan mayat wanita dengan kondisi mengenaskan. Dari hasil otopsi, beberapa mayat ditemukan kurang dari setengah jam setelah dibunuh. Cadasss! Andai aja Jack terlambat sebentaaaaaaaaar aja, mungkin nggak ada legenda Jack the Ripper si pembunuh misterius, yang ada hanyalah seorang pembunuh yang menghabiskan sisa hidupnya dengan terpenjara dalam bui. Namun inilah faktanya, Jack seperti selalu dinaungi keberuntungan.

Kalo Jack the Ripper memang pembunuh misterius yang belum terungkap, lho kok bisa tau namanya Jack??

Nama Jack muncul ketika polisi mendapatkan surat dari seseorang yang mengaku sebagai pelaku atas rentetan pembunuhan sadis itu. Awalnya polisi tidak terlalu menggubrisnya karena banyak surat yang mengaku2 sebagai pelaku (Pembunuh pun ada juga ya yang palsuin… -__-‘ ). Tapi di surat berikutnya, yang mengaku sabagai Jack brhasil menarik perhatian polisi. Dia berjanji akan mengirimkan potongan telinga salah sat korbannya sebagai bukti jika dia memang pelakunya. Selain berjanji, Jack juga membuat joke, “They say I’m a doctor…ha…ha…ha…”. Ternyata Jack menepati janji (Malu dong yang suka ingkar janji… masa’ kalah sama Jack..). Akan tetapi, yang dikirimkan bukan potongan teinga, melainkanginjal manusia yang telah diformalin (gue ngebayanginnya ginjal masih seger berdarah-darah gitu, hehe). Kiriman tersebut bertuliskan “From Hell”. Hmmmm, What the Hell…..! >_<

Bagaimana pola pembunuhan Jack sang Pencabik?

Nggak ada bukti, nggak ada pola pasti, tapi cua ada corak kejahatan yang sadis dan brutal. Korban disembelih, ditikam, tubuh dibelah, dicabik-cabik, dan organ2 dalamnya dikeluarkan. Satu2nya petunjuk semua korban adalah wanita tuna susila.

Pada 6 agustus 1888, Martha Tabram ditemukan di George Yard dengan luka tikaman benda tajam sebanyak 39 kali di bagian leher dan kemaluan (Oouchh, gue sebagai cewek ngilu banget dengernya!). wanita berunur 39 tahun itu juga digorok lehernya dan perutnya dibelah oleh si pelaku.

Pada 14 agustus 1888, Annie Chapman ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di Whitechapel. Kulit perut Annie dibedah, tulang rusuknya dipotong-potong, isi perut dan organ2nya dikeluarkan. Beberapa saksi mata mengaku sempat melihat Annie tengah bercengkraman dengan seorang laki2 berkulit gelap, memakai topi pemburu rusa, dan brerjubah hitam.

Pada 31 agustus 1888, Mary Ann Nichols ditemukan tewas di Whitechapel, East End. Pada 9 september 1888, Mary Jane Kelly ditemukan tewas di kamar sewanya di Miller’s Court, off Dorset street, spitalfields. Pada 30 september 1888, Elizabeth Stride ditemukan tewas berlumuran darah di Dufield Yard dengan bekas cekikan di leher. Tapi ketiga mayat ditemukan dalam keadaan yang sama; tercabik-cabik. Masih pada tanggal 30 september 1888, ditemukan mayat lain; Chatrenine Eddowes. Tubuhnya dibelah dari dada sampai ke selangkangan, isi perutnya terburai keluar. Wajah Chaterine hampir tak dapat dikenali karena mukanya hancur akibat dikuliti.

Benar-benar rangkaian pembunuhan yang biadab. Polisi setempat berteori bahwapembunuhnya mungkin seorang pendatang Yahudi. John Pizer, seorang yang dikenal sbg “Apron Kulit” sempat ditahan, tapi dia dibebaskan karena tak cukup bukti. Rupanya penangkapan Pizer ini sempat mengusik Jack the Ripper. Ketika menghabisi nyawa Chaterine, Jack menulis pesan “The Jews are the Men that will not be blamed for nothing” (Yahudi adalah pihak yang tidak akan bisa disalahkan tanpa sebab). What’s the mean?

Siapapun identitas asli Jack, yang pasti dia adalah seseorang yang menguasai pengetahuan mendalam tentang anatomi tubuh manusia dan ahli dalam operasi bedah. Itulah sebabnya banyak orang vang berspekulasi bahwa Jack adalah seorang dokter ahli bedah. Cara Jack memutilasi dan menyayat organ tubuh korbannya sangat rapi yang seperti hanya dapat dilakukan dengan peralatan operasi bedah dan keahlian khusus. Ingat, Jack mungkin melakukan pembunuhan pada malam buta tanpa pencahayaan sedikit pun. Seinget gue, Jack hidup pada masa Revolusi Industri yang kalian tau sendiri pas siang2 aja udara pekat banget dengan sisa pembakaran industri. Pas siang2 aja kabutnya hitam pekat, apalagi malam hari. Yang mungkin sih, jack adalah dokter yang memendam dendam mendalam pada wanita tuna susila. Tapi bisa juga dia calon dokter bedah yang gagal jadi dokter karena biaya yang minim, jadi dia dendam gitu. Eh, tapi kenapa harus bitch yang dibunuh? Hmmm, mungkin karena tarif sewa bitch juga mahal? :p

Usaha mengungkap identitas asli Jack the Ripper terus dilakukan. Meskipun pembunuhan tersebut telah berakhir, berbagai spekulasi terus dilancarkan. Mei Trow, seorang sejarawan berusaha mengungkapkan siapa di balik nama Jack the Ripper. Trow menggunakan teknik Forensik modern, metode profiling psikologi, dan geografi. Setelah mengadakan penyelisikan mendalam selama dua tahun, dia sampai pada kesimpulan seseorang bernama Robert mann adalah profil asli dari Jack the Ripper. Mann adalah seorang petugas kamar mayat.

Trow mendasarkan analisisnya pada hasil pemeiksaan FBI yang menghasilkan profil kepribadian sang pembunuh. Diperkirakan Jack adalah pria berkulit putih dari masyarakat kelas bawah, berasal dari keluarga broken home, dan mengalami masalah social. Jack mungkin bekerja yang ada hubungannya dengan pengetahuan mengenai anatomi tubuh, seperti tukang daging, petugas kamar mayat, atau asisten dokter.

Robert Mann sesuai dengan deskripsi ini. Dia datang dari keluarga yang bermasalah. Semenjak kecil terpaksa melakoni pekerjaan kasar dan mempunyai hubungan yang kurang bagus dengan ayahnya. Sementara ibunya mungkin memutuskan menjadi seorang pelacur sehingga Mann sangat membenci wanita tuna susila.

Trow juga berpendapat bahwa korban Jack the Ripper mungkin lebih banyak dari yang orang kira. Trow berkeyakinan Martha Tabram adalah korban pertama Jack, sedangkan wanita bernama Alice Mackenzie yang terbunuh lima bulan kemudian adalah korban terakhirnya.

Prof. Laurence Alison, seorang ahli psikologi forensic Universitas Liverpool setuju dengan Trow. Dia berkata dalam sebuah film documenter, “Apabila dilihat dari segi profiling psikologi, Robert Mann adalah tesangka yang paling mungkin.” Penelitian yang dilakukan Trow dibahas dala film documenter Discovery Channel yang berjudul Jack the Ripper: Killed Revealed.

Ini adalah salah satu teori dari usaha pengungkapan identitas Jack selain teori Trow masih banyak teori lainnya. Sampai saat ini dunia masih dibuat penasaran siapa sebenarnya yang bersembunyi di balik topeng Jack the Ripper. Jack tiba2 menghentikan aksinya dan menghilang. Apakah Jack sang Pencabik telah menuntaskan dendamnya? Mungkinkah dia bunuh diri dan mencabik-cabik dirinya sendiri sebagai akhir dari rangkaian pembunuhannya? Ataukah dia hanya bersembunyi dan masih hidup sampai saat ini? Mungkin saja selama ini Jack the Ripper ternyata ada di dekat kita…


(Dikutip dari : Misteri Tapal Batas, oleh Rose Kusuma, 2010)

2 komentar:

fa & me mengatakan...

kok lin jadi inget komik detektif conan ya kak? hahaha

Olyvia Virtuosa Kazalie mengatakan...

ahahaha,, iya mirip2 gitu tp ini nyata.. horor banget ckckckcck >,<